Public Relations and Law (publicity lesson)

 

  1. A.    Problem : Kasus pencemaran nama baik, oleh media Massa Koran Komunis.

Yogyakarta, 8 september 2010, judul berita : “Berbagi kebahagian dalam keterpurakkan”

Dikutip dalam artikel tersebut terdapat kalimat : “perusahaan jilbab bantu keluarga teroris”.

Dalam rangka menyambut semarak hari raya idul fitri, pada tanggal 7 september 2010. My Hijab membagikan satu kontrainer Hijab kepada Salah satu pondok pesantren kaum Islam salafi berlokasi di Sawo, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Niat baik perusaahan My Hijab diberitakan oleh media massa cetak koran Komunis, sebagai sponsorhip dalam kegiatan terorisme di Indonesia, karena daerah pondok pesantren  yang sedang menjadi pengamatan tim Densus 88 serta penduduk pondok pesantren yang mayoritas menggunakan cadar dalam kesehariannya.

Kata-kata dukungan tehadap terorisme ini dinyatakan dengan kalimat sebagai berikut “salah satu yang warga yang mendapatkan bantuan jilbab adalah keluarga tersangka teroris” dalam pembagiannya  dan dipertegas dengan kalimat “perusahaan jilbab bantu keluarga teroris”, My hijab tidak membeda-bedakan, muslim manapun, karena tujuan dari CSR adalah berbagi kebahagian kepada sesama muslim, merasakan kegembiraan mengenakan baju dan hijab baru di hari raya tanpa membedakan asal-usul orang tersebut, seperti diajarkan dalam agama. Lagipula menurut kepala RT di pondok tersebut, tidak semua warganya penganut islam yang menggunakan cadar adalah kaum salafi dari pondok pesantren disana, jadi belum tentu salah satu dari mereka adalah teroris, tidak seharusnya juga media mendiskriminasikan orang-orang yang menggunakan hijab dengan cadar adalah keluarga teroris.

Selanjutnya pencemaran nama baik ini, akan disegerakan penyelesaiannya karena bersifat merugikan perusahaan yang berdampak pada turunnya tingkat kepercayaan masyarakat dan timbul diskriminasi pandangan dari publik terhadap perusahaan kami. Dampak lebih jauh, turunya harga saham perusahaan kami di bursa efek akibat adanya isu ini.

 

 

 

  1. B.     Deskripsi Kejadian

Kronologi

  1. Pada tanggal 5-7 septermber 2010. Perusahaan my Hijab membagikan 1200 Jilbab di tiga desa di Provinsi DIY Yogyakarta.
  2. Pada tanggal 4 sepetember 2010, My Hijab mengirimkan realese berupa undangan untuk hadir dalam acara pembagian hijab kepada lima media lokal di Yogyakarta.
  3. Pada tanggal 7 September 2010, Hijab dibagikan di Sawo, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Tempat sasaran utama dari desa Sawo adalah pondok pesantren JAMILURRAHMAN dan pemukiman warga di desa tersebut. Dipilihnya desa Sawo sebagai tempat untuk pembagian hijab, karena mayoritas penduduknya muslim dan menggunakan jilbab dalam kesehariannya, SMA dan SMP disana juga menggunakan hijab dalam keseharian melakukan aktivitas pendidikan di sekolah. Pembagian hijab dilaksanakan dari pukul 08.00-12.00 disertai dengan acara hiburan dan tilawah.
  4. Pada tanggal 7 September 2010, pukul 10.00 wib, wartawan dengan nama Ridwal Henry dan kameramen Junika Sujadmiko, dari koran Komunis datang ke lokasi pembagian hijab yang bertempat di rumah keluarga Ihsan yang merupakan tersangka teroris di Kota Batu dua bulan lalu. Pihak keluarga tersangka, dalam kesehariannya menggunakan hijab panjang dan cadar. Saat diwawancarai, keluarga tersangka merasa senang mendapatkan bantuan berupa hijab dari perusahaan My Hijab. Pada saat wawancara dengan keluarga korban, wartawan juga menanyakan hal-hal diluar kepentingan undangan kami terhadap media tersebut. Wartawan yang hadir pada saat itu lebih banyak bertanya tentang aktivitas keluarga tersangka dan penganut islam salafi yang menggunakan cadar.
  5. Pada tanggal 7 September 2010, pukul 14.00, Humas My Hijab mengirimkan release rangkaian acara yang telah dilakukan, kepada lima media, salah satunya Koran Komunis sebagai media massa cetak lokal di Yogyakarta.
  6. Pada tanggal 8 september 2010, kegiatan yang kami lakukan pada tanggal 7 september 2010 di Bantul, dipublisitaskan oleh media melalui tulisannya pada halaman delapan rubik Sosial. Dari hasil analisis humas My Hijab, dari lima paragraph pemberitaan dimedia tersebut, terdapat tiga paragraph yang isinya diambil dari tulisan Press realese yang dikirim oleh perusahaan. Dalam pemberitaan tersebut terdapat kalimat “perusahaan jilbab bantu keluarga teroris“ pada paragraph keempat yang dinilai perusahaan, mencemarkan nama baik perusahaan, tulisan tersebur memojokkan perusahaan dengan memberikan statment dan opini bahwa perusahaan kami menyokong/mensponsori kelangsungan hidup keluarga teroris yang berkonotasi negatif dan menjatuhkan citra perusahaan kami, sebagai perusahaan produksi hijab yang konsumen prioritasnya adalah umat islam.

Bukti

 

Fakta

  1. Pengakuan dari keluarga tersangka (Pendanaan hidup kaum Salafi/Pondok Pesantren)

Saat pembagian hijab ke rumah warga, keluarga bapak Jumantara (mertua tersangka teroris Ihsan Majid). Wartawan yang mewawncarai keluarganya lebih banyak bertanya tentang kehidupan meraka dalam menjalankan agama. Bahkan menurut bapak Jumantara salah satu penganut aliran islam salafi, pertanyaan sempat menyudutkan keberadaan muslim aliran salafi, karena mengenakan pakaian yang berbeda dengan muslim lainnya, seperti menggunakan cadar, jilbab warna gelap untuk wanita, dan menggunakan celana bahan dan berjenggot untuk laki-laki, yang mirip dengan karakteristik teroris yang ada di dalam film-film teroris. Selain itu, wartawan tersebut sempat bertanya tentang bantuan yang diberikan oleh my hijab pada saat itu, bahkan pertanyaan bersifat mendalam dengan pertanyaan “apakah ada dana yang diberikan oleh perusahaan pada kaum salafi/pondok pesantren?” padahal pada hari itu, hijab yang perusahaan bagikan tidak terbatas pada satu kaum atau bahkan satu wilayah RT saja.

  1. Data dari kelurahan

Dari 2534 warga yang bermukim di desa Sawo, sebanyak 1050 adalah warga pondok pesantren, dan 1484 adalah warga di desa tersebut. Dari total keseluruhan hanya 40% warga desa yang mengaku memegang ajaran Islam salafi yang berdomisili di lingkungan pondok pesantren. Jadi, tidak semestinya media menyudutkan desa, dan audience events kami sebagai kaum muslim teroris.

  1. Pengakuan dari LO media relations

Pemberitaan yang dimuat media tidak menuliskan data secara lengkap dari yang telah dituliskan dalam press realese. Dari satu setengah halaman, terdiri dari eman paragraph press realese yang dikirimkan oleh pihak perusahaan, pernyataan/tulisan yang dituangkan dalam berita hanya tiga paragraph.

Saksi

Dari pihak Perusahaan My Hijab

–          Yuanita Marbela         : Project Supervisor Event “Berbagi Kebahagian, Berbagi Berkah”

–          Elvira Juwita               : Head of Media Relations event.

–          Hilman Sudrajat          : Laison Officer Media Relations.

Dari Masyarakat di desa Sawo

–          Ningrum Jumantara     : Istri tersangaka teroris Ihsan Majid

–          Joko Susilo                  : ketua RT.07 desa Sawo.

 

 

 

 

  1. C.   Trail Client (Solusi)

Cara-cara yang akan ditempuh dalam menyelesaikan masalah ini adalah,

  1. Mengeluarkan  “Opinion Statement” dari Spokeperson perusahaan, dengan menyatakan sikap dan pendapat tentang ketidakbenaran berita ini kepada khalayak.
  2. Dengan ini, perusahaan My Hijab, melakukan penuntutan kepada pihak Polresta Yogyakarta, dengan pasal sebagai berikut :

Pasal 310 KUHP, ayat 1 dan 2

(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 311 KUHP, ayat 1

(1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

(2) Pencabutan hak-hak berdasarkan pasal 35 No. 1 – 3 dapat dijatuhkan.

 

Solusi

Pemberitaan yang mencemarkan nama baik perusahaan, akan dilaporkan kepada pihak berwajib dibawah biro Hukum dan Humas perusahaan My Hijab. Selanjutnya kami menawarkan solusi kepada pihak yang kami tuntut untuk meminta maaf secara tertulis dimedia massa yang sama, untuk mengembalikan nama baik perusahaan. Apabila permintaan dipenuhi maka segala tuntutan yang kami tuntut akan dicabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s